Panen Patin Tanpa Bau Lumpur

By | February 7, 2018

Industri filet ikan patin nasional terus berkembang. Namun, permintaan ini belum terpenuhi karena kelangkaan pembudidaya pangasius serta hasil yang berbau lumpur. Lalu, bagaimana cara Anda memanen pangasius tanpa bau lumpur?
Meluncurkan Majalah Trubus, seorang petani ikan lele dari Tulungagung, Nursidik berhasil memasarkan 11 ton pangasius tanaman dari Juni hingga Juli 2018 dari kolam ke pabrik filet.

Lele Nursidik tidak berlumpur, memiliki daging yang relatif putih, dan berat 0,6 hingga 1,2 kg. Pabrik filet memang menginginkan ikan lele dengan kriteria ini.

Selama ini, banyak orang yang mengeluhkan penanaman pangasius berbau lumpur. Namun, ini sebenarnya bisa diatasi. Menurut Nursidik, pengelolaan air adalah salah satu kunci keberhasilan dalam menghasilkan pangasius berkualitas tinggi. Dia selalu memasukkan air baru setiap hari 1-2 jam saat makan. Tujuannya agar ikan aktif bergerak sambil makan makanan.

Setiap 5-7 hari ia juga mengurangi air hingga setengah dari kolam. Pengurangan air tergantung pada selera ikan. Jika nafsu makan ikan baik, mengurangi air tidak diperlukan. Tetapi jika banyak pakan yang mengambang dan ikan tidak muncul saat memberi makan, maka perlu untuk mengurangi air menjadi setengah kolam.

Sementara itu, alternatif untuk meningkatkan kualitas pangasius dapat dengan memberikan daun kayu manis. Pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Mia Setiawati dan teman-temannya telah membuktikan bahwa daun kayu manis efektif untuk meningkatkan kualitas ikan lele.

Zat aktif dalam kayu manis dapat menghambat pembentukan simpanan lemak utama dalam jaringan tubuh ikan sehingga membuat daging lebih padat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *