Penanganan Panen dan Pascapanen Budidaya Ikan Nila

By | September 1, 2018

Panen adalah saat yang paling ditunggu, termasuk dalam budidaya nila. Saat panen, pembudidaya nila tentu ingin mendapat untung besar.
Saat panen, ada banyak cara untuk melakukannya. Salah satunya menentukan jenis nila yang bisa dipilih untuk dipanen. Artinya, tidak sembarang jenis ikan nila dapat dipilih untuk panen langsung.

Biasanya, usia dan berat panen harus dipertimbangkan dengan baik dan benar. Karena, jika usia dan berat panen tidak seperti yang diinginkan, kualitas nila pasti akan menurun.

Pemanenan nila

Ikan nila yang dapat dipanen harus berumur sekitar 4 bulan. Meski usia ikan nila sudah mencapai 4 bulan, bobot ikan nila juga menjadi pertimbangan. Tilapia harus memiliki berat sekitar 300 gram per ekor. Selain itu, kita harus menerapkan panen dengan benar dan benar. Agar nila tidak terluka, kita harus melakukan panen dengan melakukan netting.

Penjaringan bisa dilakukan menggunakan jaring ikan berukuran lebih besar. Penjaringan akan membuat nila tidak mengalami stres saat ditangkap. Sediakan wadah penyimpanan dalam bentuk ember plastik, drum plastik bekas, dan styrofoam.

Pengemasan dan penjualan nila

Setelah panen, hal yang harus segera dilakukan adalah mengemas nila. Cobalah untuk mengemas nila dalam kondisi segar sampai mencapai konsumen. Jika ingin mengangkut nila, Anda harus menggunakan alat transportasi yang tidak membutuhkan waktu lama.

Tidak hanya itu, pengemasan dan transportasi dalam jenis nila tidak boleh menggunakan air dari kolam pembudidaya. Artinya, air yang digunakan untuk mengangkut harus bersih dan air jernih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *